Connect with us

Jadwal Konser

Harga Tiket Konser John Mayer Dibanderol Mulai Dari Rp 1,3 Juta

Diterbitkan

pada

FaktalMusik – Musisi tampan asal Connecticut ini memang bakal menggelar konser di Jakarta sebagai bagian dari tur dunianya di kawasan Australia dan Asia.

Fan John Mayer di Tanah Air tentunya sudah tak sabar untuk bertemu langsung dengan sang idola pada 5 April mendatang. Setelah cukup lama dinanti, kini akhirnya pihak promotor memberikan kabar terbaru terkait penjualan tiket konser sang musisi. Melalui laman resmi, pihak promotor memastikan bahwa tiket konser John Mayer akan dijual pada Jumat (25/1) besok.

Untuk menyaksikan konser ini, rupanya ada enam kategori yang pastinya memiliki harga bervariasi. Mulai dari Green, Premium Festival, Blue, Gold, Platinum, serta VIP. Untuk harga, tiket ini akan dibanderol mulai dari Rp 1,3 juta hingga Rp 4,5 juta.

Informasi terkait harga tiket ini sudah beredar luas di media sosial sejak hari ini, Kamis (24/1). Meski demikian, hingga saat ini pihak promotor belum memberikan keterangan resmi terkait harga tiket yang akan dijual esok hari. Namun jika kabar ini benar adanya, maka tak heran jika sebagian besar penggemar mengeluh dan mengaku keberatan lantaran harga tiket yang dinilai terlalu mahal.

Untuk kawasan Asia sendiri, John akan lebih dulu menyambangi Singapura dan Bangkok sebelum bertandang ke Jakarta. Setelahnya, pelantun “Slow Dancing in a Burning Room” ini bakal melanjutkan perjalanan ke Hongkong dan Tokyo untuk mengakhiri konsernya.

Secara keseluruhan, tur ini akan terdiri dari 10 konser. Di mana konser pertama dimulai di Auckland, Selandia Baru, pada 23 Maret dan akan diakhiri di Tokyo, Jepang, pada 11 April mendatang.

Tur ini sendiri merupakan rangkaian dari promosi album “The Search for Everything” yang dirilis John pada April 2017 lalu. Sebelumnya, dalam tur ini John juga turut kembali reuni bersama pemain bas Pino Palladino dan pemain drum Steve Jordan. Namun untuk tur tahun depan, musisi tampan ini tak secara spesifik mengumumkan apakah ia akan turut datang bersama dua rekannya tersebut.

Jadwal Konser

GIGI Siapkan Lagu Genre Rock di Event The 90s Festival

Diterbitkan

pada

FaktualMusik – Band GIGI akan menjadi salah satu bintang tamu dalam The 90s Festival yang diadakan pada 23 dan 24 November 2019. Dalam acara ini, band yang diperkuat Armand, Dewa Budjana, Thomas, dan Gusti Hendy itu menyiapkan pertunjukan spesial.

Pergelaran musik bertajuk ‘The 90s Festival’ digelar kembali tahun ini. Memasuki tahun ke-5, acara tersebut bakal diadakan pada 23 dan 24 November 2019 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Ini merupakan kali pertama The 90s Festival diadakan selama dua hari oleh pihak Akselerasi Entertainment.

Pada event The 90s Festival, GIGI menjanjikan akan memainkan lagu-lagu yang jarang dibawakan selama ini, Ia menuturkan untuk The 90s Festival akan menyayikan kembali lagu-lagu dari album-album lama yaitu album bergenre rock yang merupakan lagu awal kemunculan grup bandnya.

“Kami akan bawakan lagu yang jarang kami bawakan selama ini. Beberapa waktu lalu kami sempat membagikan video yang memainkan lagu lama,” kata Gusti Hendy, drummer GIGi di Kemang, Jakarta Selatan

Selain lagu yang jarang dibawakan, GIGI memastikan tetap menyajikan hits untuk penggemar. Tujuannya yakni agar membawa nuansa nostalgia untuk penonton The 90s Festival.

“Supaya penonton bisa nostalgia juga,” ucap Armand Maulana, sang vokalis.

The 90s Festival menghadirkan para bintang tamu kenamaan dari era 90an. Sejauh ini telah ada 14 artis dan musisi dalam serta luar negeri yang dipastikan hadir membawa nostalgia. Dari mancanegara, terdapat nama Hanson dan Michael Learns to Rock (MLTR) sebagai dua bintang tamu utama. Hanson yang terdiri dari trio bersaudara Issac Hanson, Taylor Hanson, dan Zac Hanson siap menghibur penggemar di Indonesia. Sementara MLTR berjanji membawa penonton untuk sing a long sepanjang penampilan.

Selain nama internasional tersebut, musisi nasional juga siap memeriahkan The 90s Festival. Antara lain Sheila On 7, Gigi, Potret, Jamrud, Vina Panduwinata, Tipe-X, Element Reunion, ME, dan Bunglon. Ditambah Tofu, Dr PM, serta Wong Band yang melakukan reuni.

Continue Reading

Jadwal Konser

D’MASIV Panen Job Selama Ramadhan, Karena Punya Banyak Lagu Religi,

Diterbitkan

pada

By

FaktualMusik – Vokalis Rian Ekky Pradipta mengatakan, jadwal manggung D’MASIV padat selama bulan Ramadhan. Rian memperkirakan, hal itu karena D’MASIV memiliki banyak lagu-lagu religi. “Karena memang jadwal kami rapat banget ya, banyak manggung,” kata Rian saat ditemui usai jumpa pers peluncuran Album Demi Masa di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

“Mungkin karena alhamdulilah kita punya banyak lagu religi, jadi banyak manggung di acara ngabuburit atau setelah tarawih gitu,” sambungnya. D’MASIV baru saja meluncurkan single religi terbarunya. Lagu berjudul “Doa” itu mereka bawakan dengan penyanyi muda Shakira.

Doa Sang gitaris Dwiki Aditya Marsall atau akrab disapa Kiki mengaku ia belum sempat merasakan berbuka di rumah bersama keluarga sejak awal Ramadhan lalu. “Ya kayak kemarin buka puasa hari pertama sampai keempat kita enggak di rumah, karena ada pekerjaan. Ya, gimana memang harus dijalani. Tapi, pasti nanti ada aja waktu khusus ” ucap Kiki.

Rian menyiasati kondisi itu dengan mengajak anak dan istrinya saat bekerja. Dengan begitu ia bisa mencuri waktu demi menikmati kebersamaan dengan keluarga. “Ya jadinya kayak hari ini kami sengaja ajak anak dan istri ke sini buat nemenin. Nanti kalau lagi enggak manggung juga, kalau di rumah pasti akan manfaatin waktu sebaik mungkin sama keluarga,” tambah Rian.

Sumber Berita : Kompas dot com

Continue Reading

Berita

Merajut Kerukunan lewat Lagu

Diterbitkan

pada

By

Merajut Kerukunan lewat Lagu

FaktualMusik – Akibat Pemilu 2019 yang berdampak pada rusaknya kohesi sosial memicu keprihatinan sejumlah musisi Tanah Air.Mereka berupaya meredam konflik dan mendorong terajutnya kembali kerukunan sesama anak bangsa lewat karya musiknya. Beberapa musisi atau band dimaksud antara lain Yovie Widianto, Ari Lasso, BIP, D’Masiv, dan Ebiet G Ade.

Melalui karyanya mereka ingin menggugah kembali semua komponen bangsa yang terlibat dalam ingar-bingar pertarungan memperebutkan kekuasaan agar tetap menjaga perdamaian dan mengedepankan persatuan. Sumbangsih musisi untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian, termasuk di level global, banyak tercatat dalam perjalanan dinamika zaman.

Kekuatan laguseperti Wind of Change yang dibawakan Scorpions dan Heal the World milik Michael Jackson pun terbukti mampu menjadi sarana mengajak publik untuk bersama-sama melawan kekerasan, konflik, peperangan, dan sebagainya. Di Tanah air juga ada lagu Perdamaian yang pernah dibawakan Nasida Ria dan band Gigi.

Barangkali inilah yang menginspirasi Yovie Widianto dkk untuk mencoba melakukan hal serupa. Yovie Widianto melalui gerakan Ruang Tengah Indonesia, misalnya, menciptakan lagu berjudul Hatiku Indonesia yang merupakan bentuk keprihatinan atas situasi bangsa yang memanas akibat banyaknya ujaran kebencian dan hoaks. Lewat Ruang Tengah Indonesia dan lagu dia ingin menyampaikan pesan kesatuan dan mencintai Tanah Air.

“Banyak hal yang bisa membuat publik mencintai Indonesia ketimbang bertengkar karena perbedaan pilihan calon presiden atau politik,” ujar Yovie

Dengan melibatkan sejumlah artis dan musisi seperti Nino “RAN”, Andien, Tulus, Febri Hivi, Eka Gustiwana, Prisia Nasution. Pentolan band Kahitna, Yovie & Nuno, dan 5 Romeo itu ingin bersama-sama mengajak masya rakat untuk tetap berpartisipasi aktif dalam demokrasi seperti pada Pemilihan Presiden 2019.

Namun di sisi lain dia ingin mengingatkan bahwa siapa pun yang dipilih, Indonesia tetaplah satu. “Pilihan kita sama, pilihan kita bisa juga beda, tapi hati kita tetap sama Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu penyanyi solo Ari Lasso mengajak Pay dan Bongky bersama-sama meluapkan keprihatinan akan situasi bangsa Indonesia saat ini dengan membuat sebuah karya laguTak Harus Sama. Melalui lagi ini dia ingin memberikan pesan sekaligus semangat untuk merawat dan menjaga agar pemilu bisa berjalan lancar tanpa adanya kendala.

Dalam lagu tersebut, solis kelahiran Madiun, 17 Januari 1973, itu begitu tegas dan lugas berbicara tentang kondisi Indonesia kini yang diselimuti caci-maki dan saling membenci, yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. “Saya dan Pay sepakat, kami harus menuangkannya dalam sebuah lagu, sebuah renungan, sebuah pemikiran, sebuah sikap, dan sebuah ajakan,” tutur Ari Lasso.

Suami Vita Dessy itu menandaskan, sebagai musisi dirinya punya kewajiban untuk menciptakan lagu yang memberikan pesan optimistis untuk kehidupan yang damai serta lebih baik, sekaligus mengajak semakin mencintai bangsa dengan memberikan yang terbaik.

Salah satunya dengan berpartisipasi dalam pemilihan umum yang dilaksanakan secara damai. Sebelumnya, jelang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu Serentak 2019, grup band BIP terlebih dulu merilis video musik terbaru mereka berjudul Kita Bisa yang diharapkan mampu mencairkan suasana “gerah” di tahun politik ini.

“Kita Bisa bukan hanya bercerita tentang keadaan Indonesia akhir-akhir ini yang penuh dengan dikotomi pertentangan panas kedua kubu pendukung paslon jelang Pemilu 2019, tetapi juga menjadi sebuah terapi isi kepala dan hati, yang awalnya penuh kebencian untuk kembali menuju kedamaian,” ungkap gitaris BIP Parlin B Siburian atau yang akrab dengan sapaan Pay.

Pencipta lagu resmi Asian Games 2018 bertajuk Meraih Bintang itu beranggapan bahwa membuat lagu bukan hanya berkarya, tetapi mesti membawa misi dan pesan khusus kedamaian. Sebab itulah BIP memilih menjadi musisi yang lebih menyuarakan kedamaian (peace) daripada menyuarakan pilihan politik mereka.

“Kita menulis beberapa resep, bagaimana cara kembali pada suasana damai jelang Pemilu 2019 dan itu bisa kita dengar pada kutipan lirik ‘Aku benci waktu dikuasai rasa benci, aku berharap kita bisa berbagi cinta’,” tambahnya.

Vokalis yang juga pemimpin band D’Masiv, Rian, juga tergugah menciptakan lagu bertema perdamaian setelah dirinya melihat kondisi terkini bangsa Indonesia yang belakangan diwarnai sentimen SARA dan tindak kekerasan karena perbedaan pandangan dan pilihan. Bahkan D’Masiv membuat dua lagu bertema perdamaian, masing-masing berjudul Damai dan Bersama dalam Cinta

“Aku pingin kita tuh walaupun beda, kita masih sama-sama. Walau beda kita tuh jangan berantem-berantem lagi, jangan ada lagi yang saling merasa bener dan aku s eneng kan saling berbagi kebaikan, saling bantu,” katanya.Menurut ayah Euralia Cassidi Rian itu, di Indonesia masalah kepercayaan dan pilihan politik adalah urusan individu masing-masing dan siapa pun harus menghargai perbedaan tersebut untuk menghadirkan suasana perdamaian.

Musisi senior Ebiet G Ade pun tak mau kalah berpartisipasi menciptakan suasana damai di tengah ingarbingar politik yang terjadi selama Pemilu 2019 ini dengan merilis kembali lagu Untuk Kita Renungkan.

Sumber Berita : Sindonews dot com

Continue Reading

Trending