Connect with us

Indie

Nosstress Indie Band dari Bali, Menarik Untuk Dikenali

Diterbitkan

pada

FaktualMusik – Nostress adalah band folk asal Bali  yang terdiri dari Cok Bagus (cahon, harmonika, pianika), Kupit (vokal, gitar) dan Man Angga (vokal, gitar) ini juga berkontribusi pada sejumlah proyek lepasan yang masing-masing punya cerita.

Di balik musiknya yang sederhana, lirik lirik yang ada pada lagu Nosstress mempunyai sindiran muatan politik yang sangat kental. Bersama dengan banyak musisi asal Bali lainnya, mereka berkampanye menentang kebijakan politik yang dianggap merugikan alam itu.

Tak hanya soal politik, secara sadar, Nosstress juga memilih untuk menceritakan hal-hal yang dekat dengan kaitanyya masalah sosial kehidupan sehari-hari itu.

Mendengarkan musik Nosstress secara intens, seolah mendapat cakrawala baru tentang bagaimana hidup dijalankan di Bali yang tidak melulu perkara turisme. Mereka mengajak para pendengar musik mereka untuk menanam pohon, menjaga lingkungan sekitarnya, melihat lebih dalam sikap sosial manusia urban yang tergerus jaman modernisasi. Ketika musik mereka menyuguhkan sindiran terhadap sikap acuh, amarah, anti-sosial,, kelas sosial, tidak peduli lingkungan dan yang terakhir highgadget-nya masyarakat Indonesia dewasa ini.

Pesan yang mereka sampaikan begitu mengena dengan genre musik yang mereka pilih yaitu folk, mengingatkan kita kepada sosok Iwan Fals dan Dik Doang yang nyeleneh namun kritis terhadap isu-isu sosial di masyarakat.

Paduan suara yang variatif menjadi sajian tersendiri, Single “Buka Hati” contohnya, lagu yang berceritakan kritikan terhadap kondisi urbanisasi di berbagai daerah di Bali.Sebuah lirik sederhana yang tajam, namun harmonis komposisi aransemen di dalamnya.

Lalu ada “Tanam Saja” dan”Tak Pernah Terlambat” Satu hal yang begitu menarik dari band yang bernama Nosstress ini adalah cara mereka menyanyikan lagu dengan bergaya seperti sinden khas pulau Dewata. Bayangkan anda terjebak kemacetan saat berkendaraan dan ketika itu matahari berada tepat di atas kepala anda, sudah pasti anda berharap berada di bawah rindangnya pohon.

Bagi anda yang jenuh dengan raungan musik distorsi, dan bagi anda yang penat dengan ocehan sumpah serapah maka cobalah sentuh telinga anda dengan alunan nada-nada manis ciptaan tiga anak muda urban di Denpasar ini.

Advertisement
Beri Komentar