Connect with us

Berita

D’Masiv Rilis Lagu “Lelaki Pantang Menyerah”

Diterbitkan

pada

D'Masiv Rilis Lagu "Lelaki Pantang Menyerah"

FaktualMusik – D’Masiv Band belum pernah dirilis tetapi sudah beredar lewat “bawah tanah” di kalangan penggemar, lagu tersebut berjudul “Lelaki Pantang Menyerah, kini akhirnya dirilis secara resmi dalam album terbaru dan aransemen baru.

Bersama sembilan lagu lainnya, lagu tersebut dirilis dalam album keenam bertajuk “Cinta” di bawah naungan label Musica Studio’s dan Peymusik. Ini adalah album pertama mereka sejak album berjudul D’MASIV (2016). Beberapa lagu lain di antaranya Samar, Tanpamu, Terlalu Dalam, dan Ingin Lekas Memelukmu Lagi.

Rian, vokalis dan pentolan D’Masiv, bercerita bahwa Lelaki Pantang Menyerah sudah ada sejak mereka mengerjakan album debut Perubahan (digarap 2007, dirilis 2008). Persisnya, lagu ini diciptakan pada masa penciptaan Cinta Ini Membunuhku, yang mana ditulis Rian pada 2006 ketika masih berusia 20 tahun.

“Ada satu lagu yang seru, yang dibuat pada zaman Cinta Ini Membunuhku, zaman (setelah lulus) SMA,” kata Rian dalam perilisan album “Cinta” di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019. “Untuk pertama kalinya, kami rilis resmi di album keenam.

“”Alhamdulilah, akhirnya lagu itu bisa masuk di album keenam dan diriis secara resmi karena sebelumnya beredar di internet dan itu belum resmi – bisa dibilang, dibajak orang. Kami ingin setelah ini, orang-orang punya CD album, bisa streaming, dan mendengarkan lagu-lagunya,” imbuh Rian.

Jika menyimak liriknya, tema dan semangatnya memang terasa seperti lagu-lagu lain seangkatan yang bicara tentang hubungan percintaan remaja jelang dewasa. Simak saja penggalan lirik refrain berikut.

“Aku terlahir di dunia ini bukan ‘tuk jadi seorang pecundang, aku terlahir sebagai pemenang, ‘kan kurebut hatimu darinya.”

“Meski harus kupertaruhkan semua, meski cinta harus membunuh hatiku, jangan kau sebut aku lelaki bila ku tak mampu dapatkan kamu.”

Dalam acara perilisan album sore itu, Rian juga menceritakan bagaimana mereka beradaptasi dengan perjalanan zaman dan regenerasi pendengar musik. Apalagi, banyak kalangan pendengar musik mereka yang berusia SMA. Profil pendengar ini terlihat, salah satunya ketika belakangan mereka sering tampil di panggung musik pentas seni (pensi) SMA.

“Pekan lalu, kami main di tiga pensi berbeda, yang mana usia mereka setengah dari kami – 32 tahun. Mereka masih 15-16 tahun dan tahu lagu-lagu D’Masiv. Artinya, ini bagus untuk regenerasi (pendengar),” kata Rian.

Menyadari bahwa kalangan remaja terbaru juga menyimak karya musik mereka, Rian dan empat rekannya di grup merasa bahwa mereka juga harus berkomunikasi dengan medium yang relevan. Misalnya konten hiburan berupa blog video (vlog) di YouTube dan media sosial.

“Kami selalu mengikuti zaman, enggak pernah mau membuat diri eksklusif dengan (anggapan) kami grup musik besar. Kami sangat senang berkolaborasi dan tidak malu untuk kolabroasi dengan selebgram (pesohor di Instagram) atau kreator konten di YouTube,” ujar Rian.

 

Sumber Berita : Medcom dot id 

Advertisement
Beri Komentar