Connect with us

Berita

Kolaborasi Antimainstream Ahmad Albar, Ian Antono dan Kemal Palevi

Diterbitkan

pada

FaktualMusik – Meski kini sudah tak muda lagi, namun kreativitas nya dalam hal bermusik masih mengalir deras dalam dalan nafas hidupnya, hal ini terbukti bahwa  Ian dan Ahmad Albar membuat sebuah terobosan yang di luar nalar dalam salah satu progres musik  terbarunya.

Di bawah label PT Aquarius Musikindo, mereka menggandeng sosok rapper dan Youtuber milenial, Kemal Palevi untuk berkolaborasi. Padahal selain beda generasi, genre musik mereka juga sangat bertolak belakang.

Trio ini bakal me-recycle atau menggarap ulang hits lawas dari God Bless dengan sentuhan yang lebih kekinian. Seperti diketahui, pada eranya dulu God Bless begitu banyak di gemari hingga kini masik banyak dekali fans fanatiknya, mereka adalah  para penikmat musik  lagu-lagu Power Rock, namun tak bisa dipungkiri jika genre tersebut sulit bersaing di industri musik zaman modern.

“Kita sebetulnya sudah membuat lagu yang sudah pernah hits di tahun 70-an. Lagu itu disukai orang banyak, cuma kita pingin bikin sesuatu yang cocok dinyanyikan untuk saat ini. Tentunya disesuaikan dengan perkembangan zaman juga,” ujar Ian Antono ketika ditemui belum lama ini.

Di sinilah kehadiran Kemal mengambil peran penting. Pria yang berangkat dari Stand Up Comedian itu dinlai sangat pas sebagai poros utama modernisasi dalam proyek kolaborasi ini.

“Dalam sajian musik rock tidak sedikit juga yang kolaborasi dengan genre lain. Tapi saya rasa jarang ada kolaborasi rock dengan rap. Kemal menurut saya sudah cocok mewakili rapper milenial yang ada saat ini,” imbuh Ian.

Bagi Kemal sendiri, kolaborasi ini adalah sebuah kehormatan dan juga kesempatan langka yang tak mungkin dilewatkannya begitu saja. Dari para musisi legendaris itu, Kemal berharap bisa memetik banyak ilmu berharga untuk menunjang karirnya di industri musik ke depannya nanti.

“Yang jelas bergabung dengan musisi yang kita kenal legend ini mengangkat derajat saya yang muda-muda. Anak-anak muda kolaborasi dengan milenial sudah banyak, cuma kalau sama beliau-beliau ini merupakan sebuah kehormatan. Jauh lebih baik jika kita ingat dan menghormati musisi yang hadir terlebih dahulu di industri musik,” ucap Kemal Palevi.

Sayangnya, masih dirahasiakan lagu apa yang bakal mereka recycle dalam proyek ini. Yang pasti, bukan hal mudah untuk bisa menyulap sebuah lagu jadul jadi lebih kekinian tanpa mengubah rangka utama lagunya. Hal itupun diakui secara langsung oleh Ian.

“Kesulitan waktu mengaransemen lagu ini ada beberapa slot yang berisikan bar-bar tertentu yang digabungkan dan harus enak didengar. Jadi sebetulnya lagu itu tidak jauh berubah dengan chord yang baru dan perlu pemikiran dari generasi saat ini,” papar Ian Antono.

“Kolaborasi bukan hanya sekedar mengubah doremifasol saja yang sudah diperebutkan oleh beberapa genre. Sebagai anak muda kita juga harus melihat ke belakang dan melihat perkembangan era musik zaman dulu. Kalau mau keren, kita harus bongkar karya zaman dulu dan buat sesuatu yang baru,” tandas Kemal.

Meski masih dirahasiakan judulnya, namun Ahmad Albar memberikan sedikit bocoran. Menurutnya, lagu ini sering di-request para pecinta musik tiap kali dirinya perform di atas panggung. Lagu ini juga sangat populer, di mana gaungnya bahkan sampai menggema ke negara tetangga.

“Lagu ini terkenal di Malaysia dan sering dibawakan oleh beberapa penyanyi di sana. Kita juga tidak mengubah banyak aransemennya, kali ini warna akustiknya banyak, cuma tidak boleh dinyanyikan kalau kita perform dengan God Bless. Pokoknya suara gitar dari Ian agak ke Timur Tengah, tapi kiblatnya bukan India. Yang jelas lagu ini dibuat berbeda dari yang sudah ada” ujar Ahmad Albar memberikan sedikit gambaran mengenai hasil kolaborasi mereka.

Sumber Berita : Kapanlagi dot com

Continue Reading
Beri Komentar

Berita

Lady Gaga dan Sterling K Brown Masuk Daftar Anggota Oscar

Diterbitkan

pada

By

Lady Gaga dan Sterling K Brown Masuk Daftar Anggota Oscar

FaktualMusik – Penyanyi Lady Gaga serta pemain film Sterling K Brown dan Claire Foy menjadi bagian dalam daftar anggota baru the Academy of Motion Pictures Arts and Science yang menyeleggarakan penghargaan Oscar setiap tahunnya.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (3/7/2019) daftar the Academy tahun ini terdiri dari 842 nama tokoh dari industri hibutan yang akan membantu dan memberikan penilaian dalam pemilihan pemenang Oscar.

Sebanyak 50% dari jumlah tersebut merupakan tokoh perempuan dan 29% diantaranya ada tokoh dengan kulit berwarna. Hal ini merupakan langkah positif sebab the Academy telah menggandakan jumlah keterlibatan berbagai pihak yang lebih beragam.

Tokoh-tokoh tersebut berasal dari seluruh dunia yang terdiri dari 59 negara, diantaranya seperti Jami Bell, Tom Holland, Archie Panjabi, Lennie James, Damian Lewis, Winston Duke, Elisabeth Moss, Gemma Chan, dan masih banyak lagi.

Daftar itu bakal menampilkan 21 pemenang Oscar dengan jumlah 82 nominasi. Adapun, keanggotaan total the Academy saat ini telah mencakup lebih dari 10.000 orang.

The Academy sendiri pada beberapa tahun lalu mendapat kritis keras dengan tagar #OscarsSoWhite ketika tren nominasi aktor dan sutradara didominasi oleh para tokoh berkulit putih. Selanjutnya, presiden the Academy Cheryl Boone Issacs mengumumkan inisiatif dan komitmennya untuk keanekaragaman anggotanya.

Hal tersebut terlihat pada gelaran Oscar tahun ini. Dalam ajang tersebut, Rami Malek menjadi aktor pertama berdarah Arab yang memenangkan nominasi aktor terbaik, Ruth E Carter menjadi orang kulit hitam pertama yang memenangkan desain kostum terbaik.

Ada juga Mahershala Ali yang menjadi aktor kulit hitam kedua yang memenangkan beberapa nominasi Oscar dan Hannah Baechler menjadi orang kulit hitam pertama yang memenangkan desain produksi terbaik.

Continue Reading

Berita

‘Ikan Asin’ Bikin Galih Ginanjar Diperiksa Polisi Seharian

Diterbitkan

pada

By

‘Ikan Asin’ Bikin Galih Ginanjar Diperiksa Polisi Seharian

FaktualMusik – Kuasa hukum aktor Galih Ginanjar, Rihat Hutabarat, tidak mau berandai-andai kliennya menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh aktris Fairuz A Rafiq.

“Saya pikir kita bicara hukum ini tidak pakai misal-misalnya. Kalau nanti apa adanya kita lihat kondisi, kita pelajari, apa langkah yang harus kita lakukan,” ujar Rihat di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/2019) dini hari.

Rihat enggan berkomentar soal langkah yang akan diambil jika status Galih naik menjadi tersangka. Dia menekankan bahwa penetapan status sebagai tersangka adalah ranah penyidik.

“Bukan ranah lawyer menjawab ini. Ini adalah kapasitas penyidik, jadi saya pikir ini tidak perlu dijawab,” kata Rihat.

Saat ini, Galih berstatus sebagai saksi terlapor. Rihat menegaskan bahwa kliennya akan bersifat kooperatif dan bersedia membantu pengusutan terhadap kasus tersebut. Hal senada juga disampaikan Galih. Dia mengatakan akan mengikuti segala proses yang berlangsung pada saat ini.

“Sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan terhadap penyidik atau kepolisian saya jalani. Tidak ada masalah, karena itu panggilan dari institusi, dan memang harus dilakukan. Kalau enggak dilakukan baru saya bersalah di situ,” ujar Galih.

Galih menjawab sebanyak 46 pertanyaan penyidik setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Galih datang ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 10:50 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 00.00 WIB.

Aktor Galih Ginanjar menjawab sebanyak 46 pertanyaan penyidik setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

“Sebanyak 46 pertanyaan, namun mohon maaf kami tidak etis untuk membuka secara detail isi dari pertanyaan tersebut,” ujar kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, yang mendampingi Galih di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/29019) dini hari.

Rihat mengatakan bahwa secara umum, Galih dimintai keterangan perihal proses pembuatan video, proses sepanjang durasi video dan setelah beredar dan viral video Youtube tersebut.

Galih datang ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 10:50 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan Sabtu sekitar pukul 00.00 WIB.
Galih menjadi saksi dalam kasus pencemaran nama baik menggunakan kata-kata “ikan asin” yang juga melibatkan pasangan vlogger Rey Utami dan Pablo Benua. Sementara itu, usai pemeriksaan, Galih mengaku diperlakukan sangat baik dan merasa nyaman selama menjalani pemeriksaan.

“Memberikan kesempatan saya untuk makan, sholat, mengingatkan saya salat, terus juga saya tidak pernah merasa kehausan, minum cukup banyak, terus diberi kesempatan ke kamar kecil, itu saya sangat senang sekali. Dan, saya di sini diperiksa merasa sangat nyaman,” ujar Galih.

Dia juga mengaku tidak mengalami tekanan saat pemeriksaan berlangsung.
“Kalau lelah wajar,” tambah dia.

Penyidik memanggil Galih atas laporan dari Fairuz A Rafiq setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial di mana Galih menyamakan Fairuz dengan ikan asin.

Laporan Fairuz tersebut tertuang dalam laporan bernomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Terlapor, dalam hal ini Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dilaporkan atas tuduhan pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11/2008

Sumber Berita : Bisnis dot com

Continue Reading

Berita

Anggun C Sasmi Raup Rp 3,06 Miliar di Konser Amal Gemilang

Diterbitkan

pada

By

Anggun C Sasmi Raup Rp 3,06 Miliar di Konser Amal Gemilang

FaktualMusik – Penyanyi Anggun C Sasmi menggelar konser “Amal Gemilang 30 Tahun bersama Anggun C Sasmi” di Tenis Indoor, Senayan, Jumat (5/7/2019) malam.

Pertunjukan tersebut sekaligus menandai 30 tahun perjalanan karier Anggun di industri musik.Perempuan 45 tahun ini membuka konser lewat No Promises tepat pukul 20.30 WIB. Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa seluruh penghasilan tiket konser sepenuhnya buat amal. Istri Christian Kretschmar ini bilang uangnya akan dialokasikan untuk pembangunan sekolah di Palu, Donggala, hingga Lombok.

Konser itu berhasil mengumpulkan donasi Rp3 miliar guna membangun fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak bencana.

Konser yang menghadirkan sekira 20 lagu itu dibuka dengan monolog Maudy Ayunda. Sang pelantun “Perahu Kertas” berbicara soal bencana alam di Indonesia, mulai daritsunami di Aceh hingga Palu dan Donggala.Maudy mengungkapkan bahwa dari semua peristiwa yang terjadi, membuat banyak anak-anak di Indonesia yang terputus mimpinya karena hancurnya gedung sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Dia pun bersyukur karena masih banyak orang-orang yang peduli dengan masalah pendidikan anak di Indonesia, di antaranya adalah para penonton konser yang rela membeli tiket pertunjukan. Sebab 100 persen hasil penjualan akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak-anak korban bencana.

“Terima kasih sudah mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia,” ujar Maudy.

Setelah Maudy, giliran Yura Yunita yang hadir di panggung P&G. Dia membawakan lagu “Harus Bahagia”, “Buka Hati”, “Cinta dan Rahasia”, dan “Merakit”. Yang paling ditunggu akhirnya hadir, Anggun langsung menyanyikan “No Promises” dan “Undress Me”. “Sumpah merinding sampai ke betis. Apa kabar teman-teman, senang enggak sih ketemu lagi? Biasanya kalau konser bilang terima kasih di akhir acara, tapi karena ini konser istimewa saya mau terima kasihnya sekarang.

Karena 100 persen penjualan tiket akan disumbangkan untuk membangun fasilitas-fasilitas sekolah di daerah,” kata Anggun. Anggun kemudian melantunkan “Snow on the Sahara”, yang menurutnya lagu tersebut mendatangkan banyak keberuntungan. Sebab dari sana, dia bisa keliling dunia dan namanya semakin diakui di kancah musik internasional.

Konser ini memberikan kejutan dengan kehadiran Rossa di panggung. Keduanya berkolaborasi menyanyikan “The Good is Back”. Selagi menunggu Anggun yang berganti busana, Rossa mengambil alih panggung dengan membawakan “Still Reminds Me” milik Anggun.

Setelah berganti busana karya dari desainer Mety Choa, Anggun mengajak penonton bernostalgia dengan membawakan “Yang Kutunggu”, “Bayang-Bayang Ilusi” dan “Mimpi”. Lalu, pada lagu “Takut”, Anggun kembali memberikan kejutan dengan menghadirkan Iwa K.

Siapa yang menyangka musik rock yang dibawakan Anggun berpadu dengan rap terdengar sangat menarik dan begitu menyenangkan.
“Sudah capek belum?,” tanya Anggun yang melihat antusiasme penonton tak kunjung reda.

Lagu yang paling ditunggu pun menutup konser ini yakni “Tua-Tua Keladi”, semua penonton langsung berdiri dan ikut menyanyikannya. Anggun dan penonton saling bertukar energi hingga menjadikannya lebih bersemangat. Dalam pertunjukan ini, Anggun kurang lebih membawakan 20 lagu dan di akhir acara juga dibacakan jumlah donasi yang akan disumbangkan ke 100 sekolah untuk membangun fasilitas pendidikan yang mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Sumber Berita : Bisnis dot com
Continue Reading

Trending