Connect with us

Berita

Genre Lagu Dangdut Menggoyang Dunia Lewat Dunia Maya

Diterbitkan

pada

FaktualMusik – Genre lagu Dangdut musik yang lebih indentik dengan musik kampungan yang hanya digemari masyarakat kelas marginal ! Jika ada yang berpandangan demikian, berarti salah besar. Faktanya, musik asli Indonesia itu digemari masyarakat dunia, terutama Asia. Seiring perkembangan teknologi informasi yang dapat menembus lintas batas terotorial mempermudah dangdut menggaet penggemar dari berbagai berbagai Negara.

Suatu contoh lagu yang berjudul Lagi Syantik milik Siti Badriah, semenjak di unggah  di YouTube pada Maret tahun lalu, lagu ini telah meraih 470.914.105 views hingga tadi malam. Jumlah ini terbilang luar biasa. Bandingkan dengan lagu genre lain, dalam hal ini pop. Lagu yang meraih viewer tertinggi adalah Asal Kau Bahagia yang dibawakan Armada dengan 284,726,856 views. Itu pun setelah dirilis sekitar dua tahun lalu sebagaimana di lansir dari sindonews dot com. Bukan hanya Lagi Syantik. Banyak single lagu dangdut lain dengan mudah mencapai viewer di atas seratus juta dengan tempo terbilang sangat cepat. Misalnya Goyang 2 Jari milik Sandrina yang mampu tembus 180,105,593 views dalam waktu sekitar 9 bulan.

Ada juga lagu RPH feat Siti Badriyah Lagi Tamvan yang berhasil meraih 105,359,373 views hanya dalam waktu 8 bulanan. Hebatnya, dangdut-mania bukan datang dari Indonesia atau Malaysia saja seperti sebelumnya. Jika ditelusuri dari komentar yang muncul, penggemarnya kini meluas ke kawasan Indochina, Filipina, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, Afrika, bahkan hingga ke Benua Amerika. Sama seperti dirasakan penggemar dangdut Tanah Air, mereka menyukai dangdut karena warna musiknya. Apalagi kini diwarnai dengan sentuhan electronic dance music (EDM) hingga membuat siapa pun ingin bergoyang.

Pemerhati musik Andre Opa Sumual mengungkapkan bahwa karakter lagu dangdut yang merakyat, lugu, jujur, dan jenaka menjadi kekuatan yang sangat menjual baik di Indonesia maupun negara lain. “Bukan sekadar karena dikemas secara modern, penetrasi internet serta smartphone hingga ke belahan dunia lain dan pelosok sangat membantu popularitas musik-musik baru,” ungkapnya. Perkembangan ini membuat kalangan rumah produksi bergairah untuk memproduksi lagu-lagu baru.

CEO dan pendiri Nagaswara Music and Publishing yang menaungi sejumlah penyanyi dangdut papan atas, Rahayu Kertawiguna, mengakui fenomena viral lagu-lagu dangdut modern memang tak lepas dari dukungan media sosial seperti YouTube dan aplikasi lain.

“Kelandaian pasar musik dangdut tiba-tiba digedor dengan kehadiran lagu-lagu dangdut modern dengan musik elektronik. Banyak lagu baru yang meledak. Faktor penyanyi dan musik memang penentu utama. Tapi dukungan medsos membuat lagulagu banyak yang viral,” paparnya.

Dia menilai, musik dangdut yang memiliki akar budaya yang kuat perlu dikolaborasikan menjadi musik yang kekinian. Rahayu mencontohkan lagu Lagi Syantik bukan sekadar dangdut, tapi dancedut karena memadukan musik dance dengan dangdut. Hasilnya lagu tersebut sangat fenomenal dan diterima masyarakat dunia secara luas.

“Musik dangdut itu universal meski secara bahasa beda. Mungkin mereka gak mengerti bahasanya, tapi musik yang sejenis dancedut ini sangat tidak asing buat mereka sepeti mendengar lagu mereka sendiri. Adapun viewers, selain dari Indonesia sendiri, ada pula dari Malaysia, Korea, Vietnam, India. Mereka bisa menerima. Bahkan Amerika yang negaranya jauh dari Indonesia, penduduk sana bisa terkoneksi dan terpengaruh serta menyukai lagu-lagu dangdut ini,” ungkapnya.

Melihat raihan ini, Rahayu menginginkan lagu dangdut bisa semakin menginternasional. Untuk itu Nagaswara akan bekerja sama dengan Warner Music Malaysia dan bahkan dengan Warner Music Amerika agar dangdut bisa menguasai pasar Asia, Eropa, dan bahkan Amerika.

“Saya pikir dengan perkembangan teknologi sekarang kita mesti membuat musik dangdut yang dibalut dengan kemasan musik modern ini bisa menguasai dunia, khususnya musik Indonesia harus bisa merajai karena pasarnya sesuai dengan market Indonesia yang luas. Kerja sama dengan label Warner Music Malaysia ini jadi pintu,” tuturnya. Agi Sugiyanto, CEO/Owner PT Media Musik Proaktif, juga menyampaikan optimismenya dengan musik dangdut.

Pihaknya, misalnya, telah mengorbitkan penyanyi dan lagu dangdut seperti Trio Macan, D’Mojang, Duo Amour yang mampu menembus pasar ASEAN. Selain karena perkembangan media sosial, hadirnya kolaborasi acara musik dangdut di televisi yang melibatkan peserta negara ASEAN juga kian mengukuhkan dangdut di kawasan ini.

“Ini harus disyukuri. Ketika orang masih memandang dangdut dengan sebelah mata, era itu sudah bergeser ke arah yang lebih baik di mana dangdut menjadi musik yang merakyat sekaligus bisa masuk istana. Karena apa? Ini karena dangdut terus berbenah, secara lirik maupun penampilan sudah nggak seronok. Dangdut-dangdut seronok mulai bergeser ke arah dangdut yang elegan,” ucap Agi.

Sejumlah penyanyi dangdut mengungkapkan kegembiraannya bahwa lagu-lagunya bisa diterima masyarakat dunia. Siti Badriyah atau Sibad misalnya mengaku tidak menyangka Lagi Syantik yang dibawakannya bisa meledak dan menjadi tren di banyak negara. Apalagi hal tersebut tercapai dalam hitungan bulan.

“Karena menurut Sibad 100 aja udah luar biasa, udah pencapaian yang nggak pernah Sibad rasain. Seratus aja tuh udah alhamdulillah. Kalau sampai 470 jutaan yang liat, alhamdulillah banget. Semoga bisa terus menghasilkan karya yang bagus dan digemari banyak orang,” ujar perempuan 26 tahun tersebut.

Pedangdut populer lain, Via Vallen, mengakui dangdut sekarang sudah semakin universal. Menurutnya kehadiran berbagai media sosial dan aplikasi membuat lingkup penggemarnya lebih luas dari berbagai kalangan dan lintas generasi.

 

Continue Reading
Beri Komentar

Berita

Lady Gaga dan Sterling K Brown Masuk Daftar Anggota Oscar

Diterbitkan

pada

By

Lady Gaga dan Sterling K Brown Masuk Daftar Anggota Oscar

FaktualMusik – Penyanyi Lady Gaga serta pemain film Sterling K Brown dan Claire Foy menjadi bagian dalam daftar anggota baru the Academy of Motion Pictures Arts and Science yang menyeleggarakan penghargaan Oscar setiap tahunnya.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (3/7/2019) daftar the Academy tahun ini terdiri dari 842 nama tokoh dari industri hibutan yang akan membantu dan memberikan penilaian dalam pemilihan pemenang Oscar.

Sebanyak 50% dari jumlah tersebut merupakan tokoh perempuan dan 29% diantaranya ada tokoh dengan kulit berwarna. Hal ini merupakan langkah positif sebab the Academy telah menggandakan jumlah keterlibatan berbagai pihak yang lebih beragam.

Tokoh-tokoh tersebut berasal dari seluruh dunia yang terdiri dari 59 negara, diantaranya seperti Jami Bell, Tom Holland, Archie Panjabi, Lennie James, Damian Lewis, Winston Duke, Elisabeth Moss, Gemma Chan, dan masih banyak lagi.

Daftar itu bakal menampilkan 21 pemenang Oscar dengan jumlah 82 nominasi. Adapun, keanggotaan total the Academy saat ini telah mencakup lebih dari 10.000 orang.

The Academy sendiri pada beberapa tahun lalu mendapat kritis keras dengan tagar #OscarsSoWhite ketika tren nominasi aktor dan sutradara didominasi oleh para tokoh berkulit putih. Selanjutnya, presiden the Academy Cheryl Boone Issacs mengumumkan inisiatif dan komitmennya untuk keanekaragaman anggotanya.

Hal tersebut terlihat pada gelaran Oscar tahun ini. Dalam ajang tersebut, Rami Malek menjadi aktor pertama berdarah Arab yang memenangkan nominasi aktor terbaik, Ruth E Carter menjadi orang kulit hitam pertama yang memenangkan desain kostum terbaik.

Ada juga Mahershala Ali yang menjadi aktor kulit hitam kedua yang memenangkan beberapa nominasi Oscar dan Hannah Baechler menjadi orang kulit hitam pertama yang memenangkan desain produksi terbaik.

Continue Reading

Berita

‘Ikan Asin’ Bikin Galih Ginanjar Diperiksa Polisi Seharian

Diterbitkan

pada

By

‘Ikan Asin’ Bikin Galih Ginanjar Diperiksa Polisi Seharian

FaktualMusik – Kuasa hukum aktor Galih Ginanjar, Rihat Hutabarat, tidak mau berandai-andai kliennya menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh aktris Fairuz A Rafiq.

“Saya pikir kita bicara hukum ini tidak pakai misal-misalnya. Kalau nanti apa adanya kita lihat kondisi, kita pelajari, apa langkah yang harus kita lakukan,” ujar Rihat di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/2019) dini hari.

Rihat enggan berkomentar soal langkah yang akan diambil jika status Galih naik menjadi tersangka. Dia menekankan bahwa penetapan status sebagai tersangka adalah ranah penyidik.

“Bukan ranah lawyer menjawab ini. Ini adalah kapasitas penyidik, jadi saya pikir ini tidak perlu dijawab,” kata Rihat.

Saat ini, Galih berstatus sebagai saksi terlapor. Rihat menegaskan bahwa kliennya akan bersifat kooperatif dan bersedia membantu pengusutan terhadap kasus tersebut. Hal senada juga disampaikan Galih. Dia mengatakan akan mengikuti segala proses yang berlangsung pada saat ini.

“Sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan terhadap penyidik atau kepolisian saya jalani. Tidak ada masalah, karena itu panggilan dari institusi, dan memang harus dilakukan. Kalau enggak dilakukan baru saya bersalah di situ,” ujar Galih.

Galih menjawab sebanyak 46 pertanyaan penyidik setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Galih datang ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 10:50 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 00.00 WIB.

Aktor Galih Ginanjar menjawab sebanyak 46 pertanyaan penyidik setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

“Sebanyak 46 pertanyaan, namun mohon maaf kami tidak etis untuk membuka secara detail isi dari pertanyaan tersebut,” ujar kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, yang mendampingi Galih di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/29019) dini hari.

Rihat mengatakan bahwa secara umum, Galih dimintai keterangan perihal proses pembuatan video, proses sepanjang durasi video dan setelah beredar dan viral video Youtube tersebut.

Galih datang ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 10:50 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan Sabtu sekitar pukul 00.00 WIB.
Galih menjadi saksi dalam kasus pencemaran nama baik menggunakan kata-kata “ikan asin” yang juga melibatkan pasangan vlogger Rey Utami dan Pablo Benua. Sementara itu, usai pemeriksaan, Galih mengaku diperlakukan sangat baik dan merasa nyaman selama menjalani pemeriksaan.

“Memberikan kesempatan saya untuk makan, sholat, mengingatkan saya salat, terus juga saya tidak pernah merasa kehausan, minum cukup banyak, terus diberi kesempatan ke kamar kecil, itu saya sangat senang sekali. Dan, saya di sini diperiksa merasa sangat nyaman,” ujar Galih.

Dia juga mengaku tidak mengalami tekanan saat pemeriksaan berlangsung.
“Kalau lelah wajar,” tambah dia.

Penyidik memanggil Galih atas laporan dari Fairuz A Rafiq setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial di mana Galih menyamakan Fairuz dengan ikan asin.

Laporan Fairuz tersebut tertuang dalam laporan bernomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Terlapor, dalam hal ini Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dilaporkan atas tuduhan pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11/2008

Sumber Berita : Bisnis dot com

Continue Reading

Berita

Anggun C Sasmi Raup Rp 3,06 Miliar di Konser Amal Gemilang

Diterbitkan

pada

By

Anggun C Sasmi Raup Rp 3,06 Miliar di Konser Amal Gemilang

FaktualMusik – Penyanyi Anggun C Sasmi menggelar konser “Amal Gemilang 30 Tahun bersama Anggun C Sasmi” di Tenis Indoor, Senayan, Jumat (5/7/2019) malam.

Pertunjukan tersebut sekaligus menandai 30 tahun perjalanan karier Anggun di industri musik.Perempuan 45 tahun ini membuka konser lewat No Promises tepat pukul 20.30 WIB. Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa seluruh penghasilan tiket konser sepenuhnya buat amal. Istri Christian Kretschmar ini bilang uangnya akan dialokasikan untuk pembangunan sekolah di Palu, Donggala, hingga Lombok.

Konser itu berhasil mengumpulkan donasi Rp3 miliar guna membangun fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak bencana.

Konser yang menghadirkan sekira 20 lagu itu dibuka dengan monolog Maudy Ayunda. Sang pelantun “Perahu Kertas” berbicara soal bencana alam di Indonesia, mulai daritsunami di Aceh hingga Palu dan Donggala.Maudy mengungkapkan bahwa dari semua peristiwa yang terjadi, membuat banyak anak-anak di Indonesia yang terputus mimpinya karena hancurnya gedung sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Dia pun bersyukur karena masih banyak orang-orang yang peduli dengan masalah pendidikan anak di Indonesia, di antaranya adalah para penonton konser yang rela membeli tiket pertunjukan. Sebab 100 persen hasil penjualan akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak-anak korban bencana.

“Terima kasih sudah mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia,” ujar Maudy.

Setelah Maudy, giliran Yura Yunita yang hadir di panggung P&G. Dia membawakan lagu “Harus Bahagia”, “Buka Hati”, “Cinta dan Rahasia”, dan “Merakit”. Yang paling ditunggu akhirnya hadir, Anggun langsung menyanyikan “No Promises” dan “Undress Me”. “Sumpah merinding sampai ke betis. Apa kabar teman-teman, senang enggak sih ketemu lagi? Biasanya kalau konser bilang terima kasih di akhir acara, tapi karena ini konser istimewa saya mau terima kasihnya sekarang.

Karena 100 persen penjualan tiket akan disumbangkan untuk membangun fasilitas-fasilitas sekolah di daerah,” kata Anggun. Anggun kemudian melantunkan “Snow on the Sahara”, yang menurutnya lagu tersebut mendatangkan banyak keberuntungan. Sebab dari sana, dia bisa keliling dunia dan namanya semakin diakui di kancah musik internasional.

Konser ini memberikan kejutan dengan kehadiran Rossa di panggung. Keduanya berkolaborasi menyanyikan “The Good is Back”. Selagi menunggu Anggun yang berganti busana, Rossa mengambil alih panggung dengan membawakan “Still Reminds Me” milik Anggun.

Setelah berganti busana karya dari desainer Mety Choa, Anggun mengajak penonton bernostalgia dengan membawakan “Yang Kutunggu”, “Bayang-Bayang Ilusi” dan “Mimpi”. Lalu, pada lagu “Takut”, Anggun kembali memberikan kejutan dengan menghadirkan Iwa K.

Siapa yang menyangka musik rock yang dibawakan Anggun berpadu dengan rap terdengar sangat menarik dan begitu menyenangkan.
“Sudah capek belum?,” tanya Anggun yang melihat antusiasme penonton tak kunjung reda.

Lagu yang paling ditunggu pun menutup konser ini yakni “Tua-Tua Keladi”, semua penonton langsung berdiri dan ikut menyanyikannya. Anggun dan penonton saling bertukar energi hingga menjadikannya lebih bersemangat. Dalam pertunjukan ini, Anggun kurang lebih membawakan 20 lagu dan di akhir acara juga dibacakan jumlah donasi yang akan disumbangkan ke 100 sekolah untuk membangun fasilitas pendidikan yang mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Sumber Berita : Bisnis dot com
Continue Reading

Trending