Connect with us

Berita

Kisah Pengap Penjara Musik Indonesia

Diterbitkan

pada

FaktulMusik – Ini kisah tentang musik dan pengap penjara dalam musik Indoneisa. Dahulu, pada tahun 1970-an ada lagu hidup di dalam bui yang dinyanyikan suara muda pesohor D’llyos asal aceh: Syam. Lengking merdunya lestari hingga sekarang. Laris manis di Karaoke.

Lirik lagunya ditulis oleh Bartje Van Houten:

Hidup di bui bagaikan burung
Bangun pagi makan nasi jagung
Tidur di ubin pikiran bingung
Apa daya badanku terkurung
Terompet pagi kita harus bangun
Makan diantri nasinya jagung
Tidur di ubin pikiran bingung
Apa daya badanku terkurung
Oh kawan, dengar lagu ini
Hidup di bui menyiksa diri
Jangan sampai kawan mengalami
Badan hidup terasa mati
Apalagi penjara zaman perang
Masuk gemuk pulang tinggal tulang
Karena kerja secara paksa
Tua-muda turun ke sawah
Oh kawan, dengar lagu ini
Hidup di bui menyiksa diri
Jangan sampai kawan mengalami
Badan hidup terasa mati
Apalagi penjara zaman perang
Masih gemuk namun tinggal tulang
Karena kerja secara paksa
Tua-muda turun ke sawah

Entah mengapa lagu ini terasa tepat ketika mengiringi kepergian Ahmad Dani untuk masuk ke dalam sel penjara Cipinang. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin lalu, telah memutuskan Dhani dipenjara selama 1,5 tahun atas pidana ujaran kebencian. Celakanya, padahal dia tinggal beberapa hari lagi harus mengadakan konser bersama ‘Dewa’ di Malaysia. Tentu saja pihak manejer dan penyanyi Ari Lasso mengatakan bila Dani tak bisa manggung di konser itu. Banyak calon penonton fans dewa dari Jakarta yang akan ke Kuala Lumpur khusus untuk menonton konser itu menjadi merasa kecewa.

Dalam catatan sejarah musik Indonesia, baru dua pentolan musik yang masuk bui gara-gara soal politik. Pemusik lain pun sebenarnya banyak juga yang dibui tapi kasusnya bukan ‘keren’ karena tersangkut penyalahgunaan Narkoba. Dulu di pertengahan 1965 ada grup musik anak muda yang berasal dari Tuban yang legendaris yakni Koes Plus. Kini ada pentolan musik asal Surabaya, Ahmad Dhani.

Tapi sebelum mengupas berbagai lagu itu, dahulu memang ada sebuah lagu yang banyak mengantar orang meringkuk ke penjara. Bahkan lagu ini identik dengan partai terlarang PKI. Lagu itu adalah ‘Genjer-Genjer’. Lagu ini asalnya merupakan lagu daerah asal Banyuwangi. Lagu ini identik dengan aktivitis partai terlarang tersebut. Dan makin terkenal ketika menjadi latar belakang salah satu penggalan skuel film legendaris ‘Pengkhianatan G30SPKI’ karya Arifin C Noer.

Advertisement
Beri Komentar