Connect with us

Berita

Fadli Zon Tulis Puisi Untuk Ahmad Dhani

Diterbitkan

pada

FaktulMusik – Menurut Fadli Zon, Dhani merupakan musikus yang dicemaskan oleh rezim. Karena lagu-lagu yang ia gubah, menurut Fadli, dapat membangunkan perlawanan. “Mereka cemas kata-katamu, melahirkan kesadaran, mereka gentar dengan lagumu, membangunkan perlawanan,” tulis Fadli di bait kedua puisinya, yang diunggah ke akun Twitternya @fadlizon, Selasa 29 Januari 2019.Wakil Ketua Partai Gerindra

Fadli Zon menulis puisi untuk musikus Ahmad Dhani yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 tahun atas kasus ujaran kebencian. Puisi Fadli berisi tudingan bahwa pemerintah melakukan banyak persekusi dan melakukan kriminalisasi terhadap Ahmad Dhani.

Hakim memvonis Ahmad Dhani bersalah karena menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Kasusnya bermula pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Dhani mengunggah sebuah cuitan melalui akun @AHMADDHANIPRAST, yang belakangan dinyatakan terbukti mengandung ujaran kebencian.

Dalam persidangan Hakim Ratmoho mengatakan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Terdakwa diukum karena dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar golongan atau SARA.

Dhani dianggap melanggar pasal 45 huruf a junto pasal 28 ayat 2 undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia pun digelandang ke Lapas Cipinang usai dijatuhi hukuman oleh ketua majelis hakim Ratmoho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari kemarin.

Berikut puisi lengkap karya Fadli Zon itu:

AHMAD DHANI
kau telah bersaksi
tentang zaman penuh persekusi
kau melihat dengan mata kepala sendiri
teater kebiadaban rezim tirani
kini kau korban kriminalisasi
ruang gerakmu makin dibatasi
kau telah didzalimi
mereka cemas kata-katamu
melahirkan kesadaran
mereka gentar dengar lagumu
membangunkan perlawanan
menabuh genderang kebangkitan
mereka bungkam kalimatmu
sambil menebar teror ketakutan
mereka hentikan nyanyianmu
sambil mencari-cari kesalahan

Advertisement
Beri Komentar